Seputar Sulteng

Pemkab Morowali Buka Orientasi PPPK, Ingatkan soal Peran Strategis ASN dalam Pembangunan Daerah

Global Sulteng
×

Pemkab Morowali Buka Orientasi PPPK, Ingatkan soal Peran Strategis ASN dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Pemkab Morowali Buka Orientasi PPPK, Ingatkan soal Peran Strategis ASN dalam Pembangunan Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025, Selasa (12/8/2025).

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyampaikan apresiasi kepada para peserta orientasi atas semangat dan komitmen mereka.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Sebagai PPPK, saudara memiliki peran sangat penting dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah. Profesionalisme, integritas, tanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar adalah kunci keberhasilan,” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Morowali Apresiasi DPRD Atas Kesepakatan RPJMD 2025–2029

Iriane menekankan, PPPK adalah bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan hak, kewajiban, dan tanggung jawab setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kehadiran saudara bukan sekadar menambah jumlah pegawai, tetapi memperkuat kualitas pelayanan publik, mempercepat target pembangunan, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain, Kepala Bidang Mutasi Pengembangan dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDMD Morowali, Indo Unga, melaporkan bahwa orientasi PPPK akan berlangsung dalam tujuh gelombang, mulai 13 Agustus hingga 31 Oktober 2025, menggunakan metode blended learning.

Baca juga: Enam Kades di Banggai Gugat Bupati Amirudin Tamoreka ke PTUN Palu, Pemberhentian Dinilai Sewenang-wenang dan Tak Sesuai Prosedur

Tahap online melalui Massive Open Online Course (MOOC) digelar pada 13–31 Agustus, sedangkan tahap offline atau klasikal berlangsung 1 September–31 Oktober 2025.

Peserta orientasi terdiri dari 369 tenaga kesehatan, 424 tenaga guru, dan 8 tenaga teknis. Para pengajar berasal dari tenaga ahli Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah, widyaiswara BPSDM, serta akademisi bidang kebijakan.