Seputar Sulteng

Pemprov Sulteng Tetapkan HET LPG 3 Kg Terbaru, Masyarakat Mampu Diminta Beralih ke Nonsubsidi

Global Sulteng
×

Pemprov Sulteng Tetapkan HET LPG 3 Kg Terbaru, Masyarakat Mampu Diminta Beralih ke Nonsubsidi

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Pemprov Sulteng Tetapkan HET LPG 3 Kg Terbaru, Masyarakat Mampu Diminta Beralih ke Nonsubsidi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) terbaru untuk LPG tabung 3 kilogram (kg). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) terbaru untuk LPG tabung 3 kilogram (kg).

Penetapan HET LPG 3 kg ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 500.10.8.3/111/Ro.Ekon-G.ST/2025. Adapun jarak distribusi 0–60 kilometer, HET dipatok sebesar Rp 20.000 per tabung.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan penyesuaian HET bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi, memastikan subsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.

Baca juga: Rapat Khusus bersama IAI Sulteng, Anwar Hafid Matangkan Desain Hutan Kota Palu

Selain menetapkan HET terbaru, Pemprov Sulteng juga telah mengusulkan penambahan kuota LPG 3 Kg ke Kementerian ESDM melalui surat tertanggal 29 Juli 2025.

“LPG 3 Kg adalah program subsidi pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu. Namun di lapangan, penggunaannya sudah merata ke semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

“Harapan kita, pada November nanti kuota Sulteng bisa ditambah sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” tambahnya.

Anwar Hafid mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk gencar mensosialisasikan HET LPG 3kg terbaru untuk mencegah penimbunan dan perdagangan ilegal, serta memperketat pengawasan distribusi.

Baca juga: KPK akan Periksa Lagi Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Kasus Dugaan Pemerasan TKA

Selain itu, Pemprov mengusulkan pembangunan tambahan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE)untuk memperluas jangkauan pelayanan.

“Kami meminta juga masyarakat mampu, beralih ke LPG non-subsidi agar pasokan bagi warga kurang mampu tetap terjaga,” ujarnya.