GLOBALSULTENG.COM, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menyediakan anggaran sebesar Rp 37 miliar untuk mendukung program berani sehat.
Anggaran tersebut untuk membayarkan tunggakan BPJS Kesehatan masyarakat kelas 3 yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029.
Baca juga: Target Jadi Tuan Rumah FORNAS 2027, Anwar Hafid Larang Tebang Pohon di Hutan Kota
Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengatakan pembiayaan layanan kesehatan dengan hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hanya di khususkan untuk pasien kelas 3.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP, harus siap turun dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3,” ucapnya di Palu, Minggu (20/7/2025).
Menurut Anwar Hafid, Pemprov Sulteng, BPJS Kesehatan dan 13 Kabupaten/Kota telah bekerja sama untuk membayar tunggakan BPJS masyarakat pasien kelas 3 dan berlaku sampai Juli 2025.
Baca juga: OJK Sebut Sudah Terima 89 Aduan Korban OMC Palsu di Sulteng, Kerugian Capai Rp 5,2 Miliar
Anwar Hafid menambahkan, sebelum adanya program berani sehat, pasien di Rumah Sakit (RS) Undata hanya sekitar 300 orang perhari.
“Tapi sekarang meningkat menjadi 600 sampai 700 orang perhari,” ujarnya.












