GLOBALSULTENG.COM, PALU – Gubernur Sulteng Anwar Hafid memaparkan sejumlah rencana dan proyek strategis infrastruktur kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Salah satu fokus utama yang disampaikan Anwar Hafid adalah usulan pembangunan ruas jalan Tambu-Kasimbar yang dinilai strategis untuk memperpendek jalur logistik dari kawasan Indonesia Timur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jalur ini akan menghindarkan kapal dari keharusan memutar hingga ke utara Sulawesi dan membuka akses langsung melalui jalur tengah.
“Jika ruas Tambu-Kasimbar kita buka, maka kapal dari Timur tak perlu lagi memutar sampai ke utara Sulawesi. Ini bisa jadi simpul logistik nasional yang mempercepat distribusi barang dan jasa,” ucap Anwar Hafid.
Selain itu, Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya membangun jalan alternatif Palu-Parigi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Jalan Kebun Kopi yang rawan longsor.
Pemprov Sulteng mengusulkan pembangunan jalan bypass sepanjang 48 km melalui Bora (Sigi) dan ruas Labuan-Lumbubaka-Siniu sepanjang 33 km yang diperkirakan akan memangkas waktu tempuh ke Pelabuhan Pantoloan hingga hanya 6 menit.
Proyek konektivitas lainnya yang diajukan adalah pembangunan jalur strategis dari Palu ke perbatasan Sulawesi Selatan, melalui Gimpu-Peana-Kalemantana yang akan terkoneksi hingga ke Seko, Sulsel.
Jalur ini akan mempersingkat jarak Makassar-Palu hingga 200 km dan membuka akses ke kawasan wisata biosfer Lore Lindu serta situs megalitikum yang merupakan kekayaan budaya Sulawesi Tengah.
“Kalau semua ini terwujud, kita bukan hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tapi juga menggerakkan sektor industri, pariwisata dan distribusi yang berdampak langsung ke pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Anwar Hafid juga menekankan bahwa seluruh rencana tersebut sejalan dengan Program BERANI, khususnya misi “BERANI Lancar”, yakni membangun 1.000 km jalan dalam lima tahun, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah terpencil dan kawasan strategis nasional.
Dengan posisi geografis Sulawesi Tengah yang berada di jantung Indonesia, Anwar Hafid meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang terencana akan mengukuhkan Sulteng sebagai sumbu utama pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.












