GLOBALSULTENG.COM – Pelaksanaan turnamen domino Kapolda Sulteng Cup 2025 menuai banyak kritikan. Panitia menggugurkan peserta secara sepihak.
Yusuf Andhika, salah satu peserta turnamen domino Kapolda Sulteng Cup 2025 mengaku kecewa atas keputusan panitia.
Yusuf bersama rekannya satu timnya bernama Isman melakukan registrasi dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu pada Kamis, 3 Juli 2025.
Esok hari, keduanya memenangkan 2 pertandingan dengan masing-masing skor 8-0 dan 7-5. Sehingga, Yusuf dan Isman lolos ke babak berikutnya.
Kemudian, Yusuf mendatangi Polda Sulteng untuk menanyakan ihwal jadwal putaran selanjutnya pada 5 Juli 2025. Dia mendapatkan informasi dari panitia bahwa timnya akan bertanding di hari Minggu, 6 Juli 2025 sekitar pukul 16.00 wita.
“Panitia menyampaikan bisa saja waktunya dimajukan sehingga kami diminta datang lebih awal, maka kami datang jam 2 siang,” ucapnya, Minggu (6/7/2025).
Yusuf juga mengaku tidak tergabung dalam grup WhatsApp yang berisi informasi mengenai jadwal pertandingan turnamen domino tersebut.
Lebih lanjut, saat dia bersama rekannya tiba di lokasi (Mako Polda Sulteng), dirinya diberitahu bahwa jadwal pertandingan dimulai sejak pukul 10.00 wita. Keduanya pun dinyatakan Walkover (WO).
Yusuf juga telah meminta penjelasan dari pihak panitia terkait perubahan jadwal tanpa konfirmasi kepada dirinya selaku peserta.
“Perubahan jadwal diumumkan di grup, sementara kami tidak ada di dalam, tidak ada juga konfirmasi ke kami, jadi kami sudah tidak bisa main (WO), kami keberatan, tapi jawaban panitia mau di apa masa seperti itu,” ujarnya.
Padahal, Yusuf awalnya telah antusias untuk mengikuti perlombaan tersebut. Bahkan, pasangannya (Isman) yang bekerja sebagai pedagang ikan rela tidak berjualan demi fokusnya mengikuti pertandingan.
Peserta lainnya bernama Ibrahim Lagandeng juga turut kecewa dengan keputusan panitia penyelenggara. Acara yang seharusnya menjadi simbol kedekatan antara Polri dan masyarakat justru menyisakan kekecewaan.
Ibrahim mengklaim bahwa terdapat banyak kejanggalan selama proses pertandingan dan tidak profesional. Dia juga menduga adanya unsur ‘main belakang’ dalam proses gugurnya peserta termasuk dirinya.
Kata Ibrahim, seharusnya jadwal pertandingan sebesar itu dikeluarkan H-1 sebelum pelaksanaan agar peserta bisa mengetahui jam bertanding. Tetapi, jadwal yang dikeluarkan panitia hari H setelah pertandingan perdana grup A, B dan C telah selesai.
“Kami awalnya dipanggil datang jam 12.30 untuk registrasi dan pengambilan ID card, tapi tidak ada kejelasan jadwal,” kata Ibrahim, Jumat (4/7/2025).
Ibrahim menceritakan, turnamen yang diikuti ratusan peserta ini dimulai dengan 95 meja permainan. Adapun nama-nama pemain yang tidak dipanggil saat itu disebut akan bermain keesokan harinya sesuai pengumuman panitia melalui pengeras suara.
Dirinya juga telah menanyakan langsung kepada panitia bernama Ridwan Machmud dan dijelaskan bahwa dirinya bersama rekannya akan bermain pada keesokan harinya.
“Maka kami pulang, tapi ternyata, malam harinya tanpa pemberitahuan ulang, nama saya dimasukkan bertanding pukul 19.30 usai Isya, saat itu saya tidak di tempat dan langsung dianggap gugur,” ujarnya.
Ibrahim telah menghubungi Ridwan Macmud untuk meminta penjelasan dan panitia mengaku adanya keterlambatan jadwal. Tetapi untuk teknis pertandingan bukan wewenangnya.
Katanya, teknis pertandingan dipercayakan kepada Andi Risman. Sementara Ridwan Macmud hanya menyiapkan meja dan batu domino.
Saat itu, Ibrahim kembali menghubungi Andi Risman melalui pesan whatsapp, tetapi tidak mendapatkan respons. Penyelenggara dinilai tidak transparan, berubah-ubah dan tidak konsisten hingga menimbulkan preseden buruk.
“Seharusnya di momen Bhayangkara ini Polri bisa mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tapi malah mencederai kepercayaan publik, saya sangat kecewa dengan panitia dan penyelenggara,” tuturnya.
Sementara, Ketua Panitia Turnamen Domino Kapolda Cup 2025 Kombes Pol Pribadi Sembiring membantah ihwal menggugurkan peserta secara sepihak.
“Tidak ada, aturan yang membuat peserta gugur,” jelasnya.
Diketahui, Open Tournament Domino Kapolda Sulteng Cup 2025 digelar selama 5 hari mulai 2-6 Juli 2025, dengan hadian utama 2 unit mobil Multi Purpose Vehicle (MPV).
Para peserta juga berasal dari beberapa daerah, seperti Samarinda, Tarakan, Manado, Luwu, Mamasa dan Pasangkayu.
