Seputar Sulteng

Wakil Gubernur Sulteng Dorong Hari Lalampa Masuk Kalender Event Nasional

Global Sulteng
×

Wakil Gubernur Sulteng Dorong Hari Lalampa Masuk Kalender Event Nasional

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Wakil Gubernur Sulteng Dorong Hari Lalampa Masuk Kalender Event Nasional
Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menghadiri puncak perayaan Hari Lalampa ke-7 di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, PARIMO – Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menghadiri puncak perayaan Hari Lalampa ke-7 di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (15/6/2025).

Kata Reny Lamadjido, perayaan Hari Lalampa ke-7 Toboli merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan budaya lokal.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Baca juga: Kejurnas Akuatik 2025: Alexander Adrian Sumbang Medali Perak untuk Sulawesi Tengah

“Perayaan Hari Lalampa adalah bentuk nyata dari komitmen kita dalam menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas parimo,” ucapnya.

Baca juga: Calon PPPK Sulteng Tahap 2 Wajib Tahu! Berikut Cara Cek Hasil Seleksi dan Pahami Kode Kelulusan

Menurut Reny Lamadjido, perayaan tersebut bukan hanya sekadar ajang promosi produk dan pariwisata daerah, tetapi menjadi ruang partisipatif masyarakat dalam pembangunan berbasis budaya.

Baca juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap 2 Segera Diumumkan, Peserta yang Tak Lulus Masih Punya Kesempatan Lewat Jalur Ini

“Saya ingin hari lalampa bisa menjadi trending topic dan masuk kalender budaya resmi, baik di level provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Olehnya, Reny Lamadjido meminta agar panitia dan pemerintah desa segera memasukan proposal terkait peningkatan status Hari Lalampa menjadi event tingkat provinsi hingga nasional.

Baca juga: Tangis Seorang Anak SD di Kabupaten Tojo Una-Una Sulteng, Merawat Ayahnya yang Lumpuh dan Tak Punya Biaya Sekolah

“Saya akan sampaikan langsung ke bapak Gubernur, mari kita jadikan Hari Lalampa sebagai kebanggaan budaya sulawesi tengah yang bisa dikenal dunia,” tuturnya.