GLOBALSULTENG.COM, PALU – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berencana membangun Migran Center di setiap Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Selain pembangunan Migran Center di setiap Kabupaten dan Kota, KemenP2MI juga akan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) pemberangkatan pekerja migran di masing-masing desa maupun kelurahan.
“Rencana di setiap kabupaten ada migran center, untuk pengamanannya kita akan bentuk tim satuan tugas pemberangkatan pekerja migran,” ucap Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Selasa 10 Juni 2025.
Baca juga: HBI dan The Mangge Hidupkan Kembali 7 Lagu Legendaris Karya Hasan Bahasyuan dengan Lebih Kekinian
Kata Karding, Satgas pemberangkatan pekerja migran ini nantinya terdiri dari unsur perangkat desa, kepolisian setempat dan stakeholder terkait lainnya.
“Tapi untuk realisasinya tergantung kabupatennya mereka mampunya kapan, yang jelas kita bantu,” ujarnya.
Menurutnya, upaya ini dilakukan demi meminimalisir adanya pemberangkatan pekerja migran ilegal dan mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Jangan coba main-main dengan pemberangkatan pekerja migran ilegal dan TPPO, akan dihajar oleh negara lewat instrumen baik kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya,” tuturnya.
Karding juga menyinggung terkait permintaan pekerja dari luar negeri sampai Mei 2025 telah mencapai 1,7 juta. Tetapi, pihaknya baru mengisi sekitar 297 ribu lowongan pekerjaan tersebut.
Dia menambahkan, dalam 3 tahun terakhir, Sulteng baru bisa mengirim 841 orang tenaga kerja. Sehingga, pihaknya menargetkan akan mengirim 2 ribu sampai 3 ribu tenaga kerja asal Sulteng ke luar negeri di tahun 2026.
“Saya sih tidak muluk-muluk ya, sulawesi tengah 2 ribu sampai 3 ribu sudah bagus, tapi tahun ini belum, mungkin tahun depan, karna kita masih konsolidasi,” jelasnya.












