Seputar Sulteng

Pengusaha Tambang Bakal Dipanggil Gubernur Anwar Hafid Buntut Banjir Rendam 9 Desa di Donggala

Global Sulteng
×

Pengusaha Tambang Bakal Dipanggil Gubernur Anwar Hafid Buntut Banjir Rendam 9 Desa di Donggala

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Pengusaha Tambang Bakal Dipanggil Gubernur Anwar Hafid Buntut Banjir Rendam 9 Desa di Donggala
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bakal memanggil para pengusaha tambang buntut banjir yang merendam 9 desa di Kabupaten Donggala. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, DONGGALA – Gubernur Sulteng Anwar Hafid bakal memanggil para pengusaha tambang buntut banjir yang merendam 9 desa di Kabupaten Donggala.

Hal itu diungkapkan saat meninjau lokasi banjir Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa yang masuk dalam daftar 9 Desa terendam banjir di Donggala, Selasa (15/4/2025).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Baca juga: Tinjau Banjir di Donggala, Gubernur Anwar Hafid Sebut Perlu Evaluasi Pengelolaan Tambang

Kata Anwar Hafid, pihaknya akan segera mencari solusi bersama pengusaha hingga instansi teknis demi mencegah banjir serupa di masa mendatang.

“Kita tidak bisa biarkan ini terus terjadi, kedepan kita akan siapkan sistem yang lebih baik agar keselamatan warga terjamin,” ucapnya.

Baca juga: Pemutihan Pajak hingga Pendidikan Gratis Jadi Kado HUT Provinsi Sulteng ke-61, Wamendagri Bima Arya Bilang Begini

Menurut Anwar Hafid, perlunya penanganan secara menyeluruh dari hulu ke hilir khususnya evaluasi pengelolaan lahan para pemilik izin usaha tambang.

“Dibagian hulu kita akan minta para pemilik lahan, terutama pengusaha pemilik izin, untuk segera memperbaiki pengelolaan lahannya agar aliran air tidak tersumbat. Sedimen dan saluran air perlu ditata ulang,” ujarnya.

Baca juga: Berikut 9 Program Anwar Hafid-Reny Lamadjido, 2 Disinggung Wamendagri Bima Arya: Jadi Contoh Nasional

Anwar Hafid menambahkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan solusi jangka pendek untuk mengatasi kerusakan pada infrastruktur jalan nasional yang terdampak banjir.

“Kalau ini jalan nasional, saya akan bicara langsung dengan Balai Jalan agar segera diperbesar salurannya agar air bisa mengalir lebih lancar dan tidak meluap ke permukiman warga,” tuturnya.