Kriminal Hukum

Kasus Persetubuhan Mahasiswi Untad, Satu Pelaku Tak Ditahan Polisi

Global Sulteng
×

Kasus Persetubuhan Mahasiswi Untad, Satu Pelaku Tak Ditahan Polisi

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Kasus Persetubuhan Mahasiswi Untad, Satu Pelaku Tak Ditahan Polisi
Satu dari dua pelaku persetubuhan mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) asal Kabupaten Parimo berinisial EA (17) tidak ditahan. Pelaku berinisial TA (17) hanya dikenakan wajib lapor lantaran berstatus di bawah umur. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Satu dari dua pelaku persetubuhan mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) asal Kabupaten Parimo berinisial EA (17) tidak ditahan. Pelaku berinisial TA (17) hanya dikenakan wajib lapor lantaran berstatus di bawah umur.

Hal itu disampaikan Kasubnit XII PPA Satreskrim Polresta Palu Aipda Muhammad Asrum saat dikonfirmasi GlobalSulteng, Senin (31/3/2025).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

“Pelaku (TA) wajib lapor, karna masih di bawah umur, tapi perkaranya tetap jalan,” ucapnya.

Kata Asrum, kakak pelaku yang bekerja di salah satu instansi di Sulteng juga menjamin kehadiran TA dalam proses penyidikan.

Baca juga: Kronologi Mahasiswi Untad Jadi Korban Pelecehan Seksual, Awalnya Sahur Bareng di Kosan

Sementara, pelaku RR telah ditahan sejak korban dan rekan-rekannya melapor ke Unit PPA Polresta Palu pada 22 Maret 2025.

Kronologi persetubuhan mahasiswi Untad asal Parimo

Asrum menjelaskan, peristiwa itu bermula saat pelaku TA (17) yang juga merupakan teman dekat korban meminta untuk sahur bareng di kos (tempat korban), Jumat 14 Maret 2025.

“Korban mengira TA hanya sendiri, ternyata membawa teman, pelaku RR (20),” ujarnya.

Setelah tiba di kos korban dan makan sahur bersama, pelaku TA berpamitan untuk membeli rokok. Sehingga, di kos tersebut tersisa pelaku RR dan EA.

Lebih lanjut, pelaku yang saat itu melihat korban sedang melepas bulu mata palsunya menawarkan untuk membantu. Korban pun menolak bantuan tersebut dan langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil air mawar.

Melihat korban masuk ke kamar, ternyata pelaku RR juga mengikuti korban memasuki kamar tersebut. Menurut Asrum, pelaku RR yang juga merupakan warga Ampana mulai melancarkan aksinya dengan cara mematikan lampu kamar dan langsung menindih korban hingga terjadi pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Pemerintah Mulai Terapkan Skema On Way, Contraflow dan Ganjil Genap Antisipasi Kepadatan saat Mudik Lebaran 2025

“Saat terjadi persetubuhan itu, teman korban sudah datang tapi tidak masuk di kamar, hanya duduk merokok di depan pintu, seperti di biarkan, padahal dia tau mereka di dalam kamar,” jelasnya.

Pasca bersetubuh dengan korban, pelaku RR pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Naasnya, TA pun memasuki kamar korban dan berniat melakukan hal serupa.

“Karena korban kelihatan menolak, akhirnya TA hanya meraba-raba korban, tidak melakukan persetubuhan,” katanya.