GLOBALSULTENG.COM – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng Novalina Wiswadewa mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Masyarakat diminta untuk tidak menanggapi dan mengabaikan permintaan-permintaan yang mencurigakan. Jika terdapat hal tersebut, masyarakat diminta langsung melaporkan kepada pihak berwajib.
Oknum tersebut berupaya menyalahgunakan identitas Sekprov Sulteng Novalina Wiswadewa untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.
Kata Novalina, segala bentuk permintaan yang mengatasnamakan dirinya melalui nomor yang tidak resmi bukan tanggungjawabnya.
Baca juga: Pemerintah Kota Palu Sediakan Bus Gratis Rute Tawaeli-Toboli Setiap Weekend, Catat Waktunya
Novalina juga telah berkoordinasi dengan pihak berwajib agar menelusuri nomor-nomor yang mengatasnamakan dirinya untuk diambil tindakan hukum.
“Saya berharap, masyarakat tidak mudah percaya jika ada pihak yang menghubungi dan mengaku sebagai saya, jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ucapnya, Minggu (16/3/2025).
Beberapa bulan lalu, Polda Sulteng sempat mengungkap kasus serupa. Pelakunya adalah seorang pria berinisial SAN (47).
Pelaku berhasil ditangkap di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada 29 Januari 2025. Pelaku mengatasnamakan Wakapolda dan Dirreskrimsus Polda Sulteng untuk meminta uang kepada para pengusaha. SAN juga merupakan residivis kasus serupa.
Aksi penipuannya dilakukan dengan cara membeli kartu perdana dan membuat whatsapp dengan memasang foto profil pejabat Polda Sulteng yang di download melalui google.
Setelah berhasil membuat akun whatsapp, pelaku menghubungi beberapa pengusaha dan pimpinan perusahaan untuk meminta sejumlah uang. Setelah aksinya berhasil, pelaku langsung memblokir nomor pengusaha tersebut.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menyampaikan bahwa pelaku merupakan residivis kasus serupa.
“Pelaku adalah warga Jakarta, dia ini residivis,” ucapnya kepada GlobalSulteng, Sabtu (1/2/2025).
Moodus pelaku yakni membeli kartu perdana dan membuat whatsapp dengan memasang foto profil pejabat Polda Sulteng yang di download melalui Google.
“Dia menghubungi beberapa pengusaha dan pimpinan perusahaan untuk dimintai sejumlah uang” ujarnya.
Kata Djoko, setelah berhasil menerima uang dari korbannya, pelaku langsung memblokir nomor pengusaha tersebut.
“Setelah uang ditransfer korban, pelaku langsung blokir kontak, disinilah korban baru sadar kalau itu penipuan,” tuturnya.
Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Punya Strategi Cegah Stunting di Sulteng, Setara MBG Taraf Balita
Menurut Djoko, modus yang sama pernah dilakukannya pelaku dengan mencatut beberapa nama pejabat diantaranya di Polda Jatim, Bali dan Kaltim.
“Ketiga kasus tersebut telah diputus pengadilan, pelaku juga pernah diputus pengadilan karena kasus narkoba,” jelasnya.












