GLOBALSULTENG.COM – Sedikitnya ada tiga Kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) prioritas untuk memastikan seluruh warga mendapatkan jaminan kesehatan.
Adapun 3 Kabupaten di Sulteng yang menargetkan pencapaian UHC prioritas untuk mendukung program berani sehat itu diantaranya adalah Donggala, Sigi dan Parimo.
Hal itu diketahui saat pertemuan para kepala daerah bersama Gubernur-Wakil Gunernur Sulteng Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, Kamis (13/3/2025).
Para kepala daerah dari tiga Kabupaten tersebut menyatakan kesiapan dalam mengejar target cakupan peserta aktif JKN minimal 80 persen sebelum 25 Maret 2025.
Kata Anwar Hafid, pihaknya akan mendeklarasikan UHC Prioritas pada 13 April 2025.
“Kesehatan adalah hak dasar rakyat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, kita sepakat berani sehat terwujud,” ucapnya.
Disisi lain, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan Sofyney memaparkan simulasi cost sharing (pembagian anggaran) antara provinsi dan tiga kabupaten untuk memenuhi target UHC Prioritas.
Menurut Sofyney, data BPJS menunjukan jumlah peserta JKN nonaktif yang perlu diaktifkan kembali diantaranya: Donggala 16.741 peserta, Sigi 21.701 peserta dan Parimo 9.800 peserta.
Lebih lanjut, BPJS Kesehatan juga telah menghitung potensi pertumbuhan peserta baru yang akan ditanggung provinsi setiap bulannya.
Sehingga, Kabupaten/Kota tidak perlu khawatir jika terjadi penambahan peserta, karena biaya iuran akan ditanggung oleh pemerintah provinsi.
Sementara, Wagub Sulteng Reny Lamadjido mendorong pemerintah daerah agar memperjuangkan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah pusat.
“Rebut PBI sebanyak mungkin untuk mengurangi beban APBD, caranya cukup dengan melengkapi data calon peserta PBI dan mengirimnya melalui aplikasi SIKS-NG Kemensos,” ujarnya.
Baca juga: 8 PJU dan 6 Kapolres di Sulteng Dimutasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ini Penggantinya
Nantiny, strategi itu akan menjadi pintu masuk bagi program berani sehat. Masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan berkualitas.
“Hanya dengan membawa KTP sebagai identitas utama, masyarakat sulteng dapat langsung mendapatkan layanan kesehatan secara mudah dan gratis,” tuturnya.












