Seputar Sulteng

Pemadaman Listrik di Bahodopi Terus Terjadi, Bupati Morowali Sebut PLN Banyak Alasan: Kadang Diluar Nalar

Global Sulteng
×

Pemadaman Listrik di Bahodopi Terus Terjadi, Bupati Morowali Sebut PLN Banyak Alasan: Kadang Diluar Nalar

Sebarkan artikel ini
Jurnalis: SyahrilEditor: Rian Afdhal
Pemadaman Listrik di Bahodopi Terus Terjadi, Bupati Morowali Sebut PLN Banyak Alasan: Kadang Diluar Nalar
Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf menyoroti polemik pemadaman listrik yang terus terjadi di Kecamatan Bahodopi. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, MOROWALI – Bupati Morowali Iksan Baharuddin Abdul Rauf menyoroti polemik pemadaman listrik yang terus terjadi di Kecamatan Bahodopi.

Meskipun telah ada tambahan daya dari PT IMIP, masyarakat masih mengalami gangguan listrik tanpa kejelasan solusi dari PLN.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Iksan menyampaikan bahwa PT IMIP telah menyalurkan 15 megawatt listrik. Namun, informasi ini tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat.

Baca juga: Kepsek SMA Negeri 1 Palasa Diduga Sunat Dana PIP Siswa untuk Biaya Operasional

“Lampu ini sudah saya sampaikan kepada masyarakat Bahodopi, PT IMIP sudah mengeluarkan 15 megawatt listrik, tapi sayangnya tidak tersosialisasi dengan baik kepada rakyat,” ucapnya saat Safari Ramadan di Bahodopi, Selasa (11/3/2025).

Namun, meski ada tambahan daya, pasokan listrik di Bahodopi tetap tidak stabil. Iksan langsung mempertanyakan hal ini kepada PLN.

“Saya tanya kenapa listrik masih mati-mati?, mereka bilang butuh tambahan 3 megawatt lagi, saya setuju, karena itu teknis, saya tidak membantah,” ujarnya.

Sebagai solusi, Iksan menawarkan tambahan daya dengan syarat pasokan listrik tidak terganggu selama sebulan penuh.

“Saya akan berikan 3 megawatt itu hari ini, tapi saya minta dari tanggal 1 sampai 30 listrik tidak mati, setelah itu, saya akan tarik lagi untuk mengevaluasi kinerja PLN di Bahodopi,” tuturnya.

Namun, meski tambahan daya telah diberikan, pemadaman listrik di Bahodopi tetap terjadi. Iksan pun kembali mempertanyakan alasan PLN.

“Kita sudah berikan tambahan daya sejak tanggal 1, tapi ternyata, yang disalurkan hanya 1 megawatt, saya tanya lagi, kenapa cuma 1 megawatt? jawaban PLN bermacam-macam, ada yang bilang kabel panas, ada yang bilang korslet, kadang alasan-alasan itu di luar nalar saya,” jelasnya.

Iksan menegaskan bahwa pemerintah daerah kerap menerima hujatan masyarakat akibat masalah ini, sementara PLN tetap diam.

“Kami yang kena hujatan, bukan PLN, tapi kami simpan semua itu demi membangun Morowali, kami rela dicaci maki,” katanya.

Baca juga: Menilik Potensi AKM “Terusir” di Pertambangan Poboya Palu, Pemerhati Lingkungan Sebut Tak Paham Aturan Jika Tolak Aktivitas CPM

Sebagai langkah penyelesaian, Iksan meminta PLN lebih transparan dalam menjelaskan kondisi listrik di Bahodopi.

“Saya ingin PLN jujur kepada masyarakat, kalau memang ada masalah perhitungan beban atau kabel yang terlalu panas, sampaikan itu secara terbuka, minta maaf kepada masyarakat, jangan hanya diam,” pungkasnya.