GLOBALSULTENG.COM – Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding bersama Bupati Sigi Irwan Lapatta menggelar pertemuan santai dengan kader muda Nahdiyin.
Diskusi tersebut membahas tantangan yang dihadapi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan upaya meningkatkan perlindungan khususnya di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya mengikuti prosedur resmi saat bekerja di luar negeri.
Baca juga: Perekrutan PPPK di Morut Diduga Bermasalah, Ada Peserta Bisa Lolos Tanpa Mengabdi
“Jangan gunakan jalur ilegal atau calo, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemerintah akan lebih mudah membantu jika jalur yang digunakan resmi, kita ingin memastikan pekerja migran terlindungi dan aman,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Masalah-masalah seperti penipuan peluang kerja, jam kerja panjang tanpa upah lembur, depresi, hingga perdagangan manusia menjadi perhatian utama dalam perbincangan.
Abdul Kadir Karding berharap edukasi tentang risiko ini dapat ditingkatkan khususnya di kalangan pemuda.
Salah satu kader muda Nahdiyin Fandi mengajak generasi muda Sulteng untuk aktif berkontribusi dalam memberikan sosialisasi tentang bahaya jalur ilegal dan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran.
“Kita harus berkolaborasi dengan anak muda di Sulteng untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, jangan sampai mereka menjadi korban karena kurangnya informasi,” ujarnya.
Baca juga: Anwar Hafid Banjir Pujian saat Hadiri Acara Purna Praja Sulteng di Lapangan Vatulemo Palu
Fandi juga menekankan pentingnya membekali PMI dengan keterampilan dan pengetahuan agar tidak hanya sukses di luar negeri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata saat kembali ke tanah air.
Sementara, Bupati Sigi Irwan Lapatta mendukung penuh inisiatif ini dan berharap kerja sama antara BP2MI, pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dapat memberikan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan PMI asal Sulteng.












