GLOBALSULTENG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat tingkat inflasi sebesar 1,71 persen pada November 2024 secara year on year (y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,82 per-November Tahun 2024.
Kabupaten Banggai menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di provinsi Sulteng tahun 2024 yakni sebesar 3,26 persen dan IHK 108,82. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kota Palu, hanya 1,15 persen dengan IHK 105,44.
Inflasi y-on-y ini dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,36 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,01 persen, serta kelompok pendidikan yang melonjak 4,32 persen.
Baca juga: Sulawesi Tengah Cetak Surplus Perdagangan Luar Negeri US$ 720 Juta di Tahun 2024
“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,44 persen,” data BPS Sulteng dikutip, Selasa (31/12/2024).
Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,45 persen, sementara kelompok kesehatan mencatat kenaikan 1,23 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang naik 0,46 persen.
Namun, terdapat satu kelompok pengeluaran yang mencatat penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,13 persen.
Sementara itu, tingkat deflasi secara month to month (m-to-m) pada November 2024 tercatat sebesar 0,01 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) mencapai 0,96 persen.
Kondisi inflasi ini mencerminkan dinamika harga kebutuhan pokok dan jasa di Sulteng yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor domestik dan regional.
Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan stabilitas ekonomi di daerah tersebut.












