Politik

Anak Muda di Luwuk Ikut BERANI Diadu, Anwar Hafid-Reny Lamadjido Sampaikan Solusi Pengangguran dan Pengembangan Ekonomi

Global Sulteng
×

Anak Muda di Luwuk Ikut BERANI Diadu, Anwar Hafid-Reny Lamadjido Sampaikan Solusi Pengangguran dan Pengembangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Unggul di Survei LSI Pilkada Sulteng 2024 Karena 3 Faktor Ini
Pasangan Calon (Paslon) Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid dan Reny Lamadjido konsisten unggul 37,7 persen dibanding pasangan lainnya untuk Pilkada 2024 Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM, BANGGAI – Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Reny Lamadjido mengikuti acara BERANI Diadu di Kabupaten Banggai, Kamis (24/10/2024).

BERANI Diadu yang mayoritas diikuti ratusan anak muda di Luwuk itu menjadi ajang untuk Anwar Hafid-Reny Lamadjido memaparkan visi-misinya.

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Dalam diskusi itu, Anwar Hafid menekankan tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMA dan perguruan tinggi.

Anwar Hafid bersama Reny Lamadjido hadir memberikan solusi dengan salah satu program unggulannya yakni Berani Cerdas yang menawarkan dua opsi bagi lulusan SMA di Sulteng yaitu melanjutkan pendidikan melalui beasiswa bagi yang kurang mampu atau mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) modern.

Baca juga: Anwar Hafid Silaturahmi ke Keluarga Kerajaan Banggai, Bantu Operasional untuk Rumah Adat

Program itu dirancang untuk memberikan keterampilan dan sertifikasi yang diperlukan anak muda agar siap bersaing di sektor-sektor strategis seperti industri dan pertanian.

“Setiap anak muda di Sulteng khususnya Luwuk harus memiliki peluang, kami berkomitmen untuk menyediakan beasiswa pendidikan dan pelatihan kerja, sehingga siap memasuki dunia kerja atau memulai usaha sendiri, ini langkah nyata untuk mengatasi pengangguran,” ucapnya.

Disisi lain, Reny Lamadjido menyebut bahwa selain pendidikan dan pelatihan, peningkatan infrastruktur juga menjadi prioritas.

Reny Lamadjido memaparkan rencana untuk mengubah Bandara Sis-Aljufri Palu menjadi bandara Internasional guna meningkatkan akses wisatawan asing.

Selain itu, program Lestari 100 Desa Wisata bertujuan mengembangkan potensi wisata daerah, khususnya di kawasan pesisir dan pedesaan.

“Kami ingin menjadikan Sulteng sebagai destinasi wisata utama dengan mengembangkan desa-desa wisata yang menarik, dengan program ini, pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.

Peserta diskusi yang mayoritas dari kalangan pemuda, aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan.

Pasangan BERANI menjawab dengan komitmen penuh untuk melibatkan generasi muda dalam pembangunan daerah yang lebih maju.

Selain itu, pasangan ini juga berfokus pada perbaikan infrastruktur melalui program Berani Lancar dengan janji memperbaiki akses jalan ke destinasi wisata utama di Banggai Raya guna mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menyoroti masalah tambang yang sering kali merusak lingkungan tanpa memberikan manfaat sepadan bagi masyarakat lokal.

Anwar Hafid berjanji akan mengevaluasi seluruh izin tambang di wilayah Sulteng khususnya di Banggai, dengan menegaskan bahwa izin tambang akan dicabut jika Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tidak memenuhi kepentingan masyarakat.

“Tambang hanya boleh beroperasi jika sesuai dengan prinsip-prinsip best mining practice dan mendapatkan persetujuan penuh dari masyarakat setempat,” tuturnya.

Isu perlindungan nelayan lokal juga menjadi perhatian, dengan adanya kapal pajeko besar dari luar daerah yang sering melanggar batas tangkap, merugikan nelayan kecil.

Baca juga: Tim Hukum BERAMAL Minta Bawaslu Sulteng Cegah Kegiatan Dies Natalis Universitas Sintuwu Maroso Poso, Disinyalir Berbau Kampanye

Melalui program BERANI Tangkap Bahari, pasangan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido berkomitmen memberikan dukungan berupa kapal pajeko bagi nelayan lokal serta jaminan asuransi untuk keselamatan mereka.

“Kami ingin nelayan lokal tidak lagi menjadi penonton di laut mereka sendiri, dengan dukungan ini, nelayan akan mampu bersaing dan menjaga kekayaan laut Banggai,” jelasnya.