Politik

Anwar Hafid: Lokasi Debat Pilkada 2024 Bukan Masalah, Fokus Penyiaran Visi-Misi

Global Sulteng
×

Anwar Hafid: Lokasi Debat Pilkada 2024 Bukan Masalah, Fokus Penyiaran Visi-Misi

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Anwar Hafid: Lokasi Debat Pilkada 2024 Bukan Masalah, Fokus Penyiaran Visi-Misi
Calon Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyebut bahwa lokasi debat Pilkada 2024 tidak menjadi isu utama bagi pihaknya. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Calon Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyebut bahwa lokasi debat Pilkada 2024 tidak menjadi isu utama bagi pihaknya.

Hal itu disampaikan saat diwawancarai GlobalSulteng melalui via telepon whatsapp pada Selasa (15/10/2024).

Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan
Iklan - Geser ke bawah untuk melanjutkan

Anwar Hafid menekankan pentingnya penyiaran visi dan misi pasangan calon melalui televisi agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Baca juga: Begini Respon Hidayat Pakamundi soal Penunjukan Syarifuddin Hafid Jadi Wakil Ketua II DPRD Sulteng

“Inti dari debat itu bukan di mana tempatnya, tapi bagaimana visi-misi paslon disiarkan melalui televisi yang ditonton oleh pemirsa, apalagi yang hadir terbatas, beda kalau debatnya di ruang terbuka dengan ribuan masyarakat, itu memang harus di Palu,” ujarnya.

Kata Anwar Hafid, penyelenggaraan debat Pilkada 2024 di media televisi tidak berbeda di mana pun lokasinya, karena sifatnya hanya berupa siaran dan bukan debat terbuka yang melibatkan interaksi langsung dengan publik.

“Debat yang disiarkan hanya melibatkan paslon dan panelis, bukan komunikasi dua arah dengan masyarakat,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai biaya besar yang harus ditanggung tim pasangan calon jika debat digelar di Jakarta, Anwar mengakui adanya beban biaya tambahan, termasuk tiket pesawat pulang-pergi serta akomodasi.

Baca juga: Polling Pilkada Sulteng 2024, Siapa Gubernur-Wakil Gubernurmu?

Dia menambahkan, dari sisi teknis, biaya produksi di studio televisi di Jakarta justru lebih efisien dibandingkan jika debat digelar di Palu.

“Menurut saya, lebih murah jika debat digelar di Jakarta karena peralatan stasiun TV sudah tersedia di sana, jika di Palu, peralatan harus diangkut yang tentu memerlukan biaya besar, intinya adalah penyiaran visi dan misi yang mana pun bisa ditonton,” jelasnya.