GLOBALSULTENG.COM – Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat ini telah mendapatkan rekomendasi model B1KWK dari DPP PDIP untuk maju di Pilkada 2024.
Nantinya, Rusdy Mastura bukan berpasangan dengan Mamun Amir tetapi berganti ke Mayjen (Purn) Sulaiman Agusto Hambuako.
B1KWK yang diterima Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako memperlihatkan komitmen kuat keduanya untuk ikut dalam kontestasi politik mendatang.
Meski begitu, B1KWK yang telah didapatkan Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako belum memenuhi syarat mendaftar di KPU.
Baca juga: Ahmad Ali Angkat Bicara soal Tuduhan Jegal Paslon Lain di Pilkada 2024, Flashback ke Tahun 2020
Pasalnya, PDIP di DPRD Sulteng hanya memiliki 7 kursi, sedangkan syarat minimal 11 kursi agar bisa mendaftar sebagai peserta Pilkada 2024.
Tentu, Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako masih mencari 4 kursi agar bisa mencukupkan syarat minimal.
Kabar beredar bahwa ada 3 partai nantinya akan ikut bergabung ke Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako yakni PPP, Hanura dan Perindo.
Bahkan, Golkar juga berpotensi bisa beralih dukungan ke Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako karena Airlangga Hartarto memundurkan diri sebagai Ketum.
Sehingga, B1KWK yang didapatkan seluruh bakal calon termasuk Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri tidak sah karena harus berganti tandatangan ketua partai.
Terlepas dari Golkar, GlobalSulteng telah mengonfirmasi perindahan koalisi PPP kepada Ketua DPW Fairus Husen Maskati.
Menurut Fairus, PPP berkomitmen untuk tetap mengusung dan memenangkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri di Pilkada 2024.
“PPP tidak akan pindah ke paslon lain, hanya orang galau saja yang klaim PPP pindah koalisi,” ucapnya.
“Emang 5 tahun kemana aja kok baru memperebutkan PPP sekarang, malu ah,” tambahnya.
Pernyataan Fairus Husen Maskati secara tidak langsung membantah isu PPP berpindah koalisi ke Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako.
Jika PPP tidak mengusung Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuako secara tidak langsung keduanya gagal maju di Pilkada 2024 karena kurang 1 kursi.
Kecuali, Golkar ikut berkoalisi ke Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Hambuaka. Karena Golkar mempunyai 8 kursi di DPRD Sulteng.
Terlepas dari itu, beberapa waktu lalu Ketua DPD Gerindra Longki Djanggola telah menyampaikan bahwa pihaknya akan memberi tindakan tegas jika tidak mengikuti perintah partai untuk memenangkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri di Pilkada 2024.
“Kita harus satu suara dan bergerak bersama, kader yang tidak sejalan dengan keputusan partai akan diberi tindakan tegas, saya tidak akan beri toleransi yang tidak ikut perintab partai,” ujarnya.
Adapun pernyataan Longki Djanggola diduga memberikan warning kepada istri Rusdy Mastura yakni Vera Rompas Mastura.
Saat ini, Vera Rompas Mastura adalah caleg terpilih dapil 1 Kota Palu dari Gerindra yang memperoleh sebanyak 24.348 suara di Pemilu 2024.
Berdasarkan PKPU 6 Tahun 2019, ada beberapa poin untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) diantaranya meninggal dunia, memundurkan diri atas permintaan sendiri/ditetapkan sebagai peserta pilkada dan diberhentikan.












