GLOBALSULTENG.COM – Bakal calon Gubernur Sulteng Ahmad Ali mengimbau kepada masyarakat untuk berpolitik dengan riang gembira dan menjauhi praktik saling menjelekkan di Pilkada 2024.
Hal itu diungkapkan Ahmad Ali saat podcast di Graha Kabar68 pada Jumat 16 Agustus 2024.
Ahmad Ali, menekankan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian alami dari demokrasi.
Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang menggunakan momen Pilkada untuk menyebarkan fitnah yang dapat memecah belah masyarakat.
“Pilgub ini untuk kita semua, berbeda pilihan itu biasa, tapi tidak untuk saling menista, beda pilihan boleh tapi tidak untuk saling fitnah, mari kita berpolitik dengan riang gembira,” ujarnya.
Saat ini, Ahmad Ali yang diusung oleh Partai Gerindra, Nasdem, Golkar, PKB, PAN, PPP, Hanura dan PSI ini juga menyampaikan bahwa dirinya menjadi salah satu objek fitnah dalam Pilkada 2024.
Salah satu tuduhan yang sering dilontarkan kepadanya adalah upaya menjegal kandidat lain.
“Ini bukan kali pertama terjadi di Sulteng, tahun 2020, banyak kandidat yang ingin maju, namun akhirnya hanya dua pasang yang berkontestasi,” tuturnya.
Ahmad Ali menyebut bahwa dukungan partai politik kepada seorang kandidat adalah bentuk kepercayaan yang diberikan oleh partai, bukan hasil dari upaya menjegal lawan.
Ahmad Ali menambahkan bahwa dirinya bersama Abdul Karim Aljufri didorong oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilkada Sulteng 2024.
Baca juga: Makna HUT RI ke-79 Versi Ahmad Ali, Sebut Sulteng Jadi Bagian Penting Majukan Indonesia
Misi keduanya adalah memastikan program-program pemerintah pusat dapat dilaksanakan dengan baik di Sulteng.
Olehnya, dia berharap suasana politik di Sulteng tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati proses demokrasi dengan penuh kegembiraan, tanpa adanya fitnah dan ujaran kebencian.












