GLOBALSULTENG.COM, PALU – Ketua Fraksi Partai NasDem dan Demokrat DPRD Kota Palu mengkritisi rencana Pemerintah Kota Palu untuk menghadirkan 24 unit Bus Trans Palu yang bekerja sama dengan PT. Bagong Transport.
Keduanya menyoroti kurangnya transparansi dalam proses pengadaan tersebut.
Ketua Fraksi NasDem Muslimun menilai langkah pemerintah ini aneh, mengingat proyek tersebut hampir memasuki tahap penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga, namun belum pernah dibahas di DPRD.
“Ini aneh, padahal DPRD bertugas untuk mengesahkan, program bus ini melekat di mana?” tanya Muslimun, Rabu (17/7/2024).
Muslimun, yang akrab disapa Kimun, menambahkan bahwa anggaran untuk program ini belum pernah dibicarakan dalam rapat-rapat DPRD.
Bahkan, anggaran untuk perubahan pun belum masuk.
“Teman-teman di DPRD tidak tahu, jadi sangat aneh. Tahun politik begini, kebijakan jadi makin aneh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Fraksi Demokrat, Abdurahim Nasar Al Amri, juga melontarkan kritik serupa.
“Saya lihat ini bisa jadi sama seperti kasus mobil sampah sebelumnya,” tuturnya.
Keduanya meminta klarifikasi dari Pemerintah Kota Palu terkait transparansi dan alokasi anggaran program Bus Trans Palu sebelum proyek tersebut dilanjutkan.












