Iklan - Geser untuk melanjutkan
<
Nasional

Cerita Rokiah Adkur Aspinah, Jamaah Haji Lansia Bertemu Sahabat Baru di Makkah

Global Sulteng
×

Cerita Rokiah Adkur Aspinah, Jamaah Haji Lansia Bertemu Sahabat Baru di Makkah

Sebarkan artikel ini
Cerita Rokiah Adkur Aspinah, Jamaah Haji Lansia Bertemu Sahabat Baru di Makkah
Rokiah Adkur Aspinah (63) tak berhenti tertawa mendengar gurauan tiga rekan sekamarnya yaitu Masirah Masturi Acha, Siti Rohimah Yusuf Nasiran dan Rusmiah Sulaiman Abdullah. Foto: IST.

GLOBALSULTENG.COM – Rokiah Adkur Aspinah (63) tak berhenti tertawa mendengar gurauan tiga rekan sekamarnya yaitu Masirah Masturi Acha, Siti Rohimah Yusuf Nasiran dan Rusmiah Sulaiman Abdullah.

Meski Rokiah hanya bisa duduk di tempat tidur karena saraf terjepit, ia tetap menikmati canda tawa bersama ketiga teman barunya.

Iklan - Geser untuk melanjutkan
Iklan - Geser untuk melanjutkan

“Kami saling membantu, selalu mengingatkan, bahkan kadang julid, juga saling membahagiakan,” ucapnya, Minggu (9/6/2024).

Keempat perempuan lansia ini tergabung dalam kloter PLM-03 dari Palembang, Sumatera Selatan.

Dengan usia yang hampir sama, para jamaah ini saling mendukung dalam menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Pemberangkatan Jamaah Menuju Tanah Suci Capai 80 Persen, PPIH Intensifkan Persiapan Puncak Haji

Bagi Rokiah Adkur Aspinah, kehadiran teman-temannya menjadi sumber kebahagiaan tersendiri, terutama karena ia harus berangkat sendiri setelah suaminya meninggal.

“Saya sendirian, tadinya sebelum berangkat baik-baik saja, tiba-tiba kena saraf terjepit, sempat ragu-ragu mau berangkat, tetapi anak saya minta saya berangkat karena kapan lagi dapat kesempatan,” ujar Rokiah yang mendaftar haji sejak 12 tahun lalu.

Rokiah mengaku baru sekali melaksanakan umrah yaitu umrah wajib. Meski tidak bisa mendekat ke Kabah karena harus menggunakan kursi roda, ia tetap bersyukur telah melihat Kabah dari lantai 2 Masjidil Haram.

“Alhamdulillah, sudah bisa lihat Kabah, saya dari lantai 2 saja,” tuturnya.

Berhaji tanpa pendamping membuat Rokiah harus mengandalkan tenaga kesehatan dan bantuan rekan-rekan sekamar untuk mendukung ibadahnya.

Seperti saat di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah, ia berdoa memohon kesehatan dan kesuksesan untuk anak-anaknya.

Baca juga: Jamaah Haji Asal Tondo Palu Wafat di Rumah Sakit Nasional Saudi

Meskipun kondisi kesehatannya diuji, Rokiah tetap tenang dan bahagia karena dukungan teman-teman sekamarnya yang terus menghibur dan membantunya.

Dokter Kloter PLM 03 Ramona Fitri Muhammad menjelaskan bahwa tim kesehatan dan Ketua Kloter PLM 03 Saefudin, menerapkan sistem pendampingan antarjemaah untuk memastikan semua saling peduli.

“Alhamdulillah, jemaah haji kami yang sakit bisa cepat tertangani, meski ada yang sempat dibawa ke KKHI, sudah sembuh dan bisa bergabung dengan kloternya di puncak haji,” kata Ramona.

Tim kesehatan rutin mengunjungi jemaah untuk mengecek kondisi mereka dan menyosialisasikan program serta aturan ibadah haji.

Pendekatan personal ini efektif dalam menjelaskan berbagai hal, termasuk soal murur yang sejauh ini berjalan tanpa penolakan.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan alhamdulillah sejauh ini belum ada penolakan dari jemaah,” ujar Saefudin.

Baca juga: Kapolres Morowali Imbau Personel Tak Terlibat Politik Praktis Jelang Pilkada 2024

Kehadiran petugas haji selalu disambut gembira oleh keempat lansia ini. Meski jauh dari keluarga dan usia tak lagi muda, para lansia ini menemukan kebahagiaan dalam keluarga baru yang terdiri dari petugas dan rekan-rekan sekamar.

“Alhamdulillah, senang sekali dapat keluarga baru,” tutur Rokiah.