Seputar Sulteng

Kronologi Mobil Dispora Sulteng Kecelakaan Tunggal di Banggai, Sopir Diduga Ngantuk

Global Sulteng
×

Kronologi Mobil Dispora Sulteng Kecelakaan Tunggal di Banggai, Sopir Diduga Ngantuk

Sebarkan artikel ini
Editor: Rian Afdhal
Kronologi Mobil Dispora Sulteng Kecelakaan Tunggal di Banggai, Sopir Diduga Ngantuk
Sebuah mobil diduga milik Dispora Sulteng terlibat kecelakaan tunggal di Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. Foto: Tangkapan Layar.

GLOBALSULTENG.COM, BANGGAI – Sebuah mobil diduga milik Dispora Sulteng terlibat kecelakaan tunggal di Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Selasa (14/5/2024).

Kecelakaan tunggal yang diduga mobil Dispora Sulteng itupun viral di media sosial whatsapp.

Iklan - Geser untuk melanjutkan

Dari hasil video viral itu terlihat, keadaan mobil Dispora Sulteng itu rusak parah dibagian depan. Bahkan, ada percikan darah didalam mobil tersebut.

“Didaerah perbatasan masuk kabupaten Banggai, kecelakaan tunggal, Dispora,” ucap suara dalam video tersebut.

Baca juga: Basarnas Terjunkan 10 Personel Cari Wanita Diduga Lompat dari Jembatan Lalove Palu, Drone Jadi Alat Bantu

Berdasarkan informasi yang dihimpun GlobalSulteng, kecelakaan itu bermula saat mobil Dispora Sulteng bernomor polisi DN 7025 ST dari arah Palu menuju Luwuk.

Saat diperjalanan melintasi Desa Batu Hitam, sopir diduga mengantuk saat posisi mobil dalam kecepatan tinggi.

Sopir itu kemudian mengambil jalur lurus ke arah laut, sedangkan posisi jalan menikung.

Sehingga, sopir langsung membelokkan stir mobil ke arah kanan (menabrak gunung) guna menghindari jatuh ke laut.

Kecelakaan tunggal itu dibenarkan juga oleh Kasi Humas Polres Banggai Iptu Al Amin S. Muda saat dikonfirmasi GlobalSulteng melalui pesan whatsapp.

“Informasi benar ada laka lantas tunggal,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu informasi dari personel yang bertugas dilokasi kejadian tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Dispora Sulteng Diduga Terlibat Kecelakaan Tunggal di Kabupaten Banggai

“Kami belum menerima laporan lengkapnya,” tuturnya.